wakaf uangTerdapat dua macam istilah di dalam perwakafan yang saat ini sedang berkembang di tengah-tengah masyarakat akhir-akhir ini, yakni wakaf uang dan juga wakaf melalui uang. Meskipun kedengarannya sama, tapi kedua jenis wakaf ini berbeda. Lalu apa sebenarnya perbedaan diantara keduanya? contoh Wakaf uang mandiri syariah sendiri merupakan wakaf yang berupa uang dalam bentuk rupiah yang yang dimana uang tersebut dikelola secara produktif, kemudian hasilnya nanti akan dimanfaatkan untuk mauquf alayh. Intinya, penghimpunan wakaf uang ini dilakukan dengan cara menyebutkan atau menyampaikan program pemberdayaan maupun peningkatan kesejahteraan umat atau yang disebut juga dengan mawquf alayh. Tapi demikian, bisa juga disebutkan jenis maupun bentuk investasinya misalnya saja seperti untuk usaha retail, namun masih tetap terbuka untuk berbagai jenis investasi yang lainnya. Kemudian, uang wakaf yang telah dihimpun tersebut adalah harta benda wakaf yang dimana nilai pokoknya perlu dijaga dan juga wajib untuk diinvestasikan pada sektor ril maupun sektor keuangan yang juga harus sesuai syariah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Investasi wakaf uang yang satu ini sebenarnya dimaksudkan untuk dapat menjaga nilai-nilai pokoknya serta untuk dapat menghasilkan manfaat maupun keuntungan untuk nantinya akan disalurkan pada penerima manfaat wakaf maupun pada program-program peningkatan kesejahteraan umat atau mawquf alayh. Sedangkan wakaf melalui uang merupakan sebuah wakaf dengan cara memberikan uang yang nantinya uang tersebut dibelikan/dijadikan sebuah harta benda yang tidak bergerak maupun harta benda bergerak, hal ini disesuaikan dengan yang dikehendaki wakif ataupun program yang ditawarkan pada wakif tersebut, baik hal tersebut untuk keperluan sosial ataupun untuk produktif/investasi.

wakaf uang tunaiDalam menghimpun sebuah wakaf yang melalui uang, yang pertama perlu dilakukan ialah haruslah menyebutkan peruntukannya misalnya saja wakaf untuk masjid atau bisa juga untuk mini market. Jika untuk tujuan produktif atau investasi, disebutkan pula jika penyaluran keuntungannya ialah penerima manfaatnya atau mawquf alayh. Selain itu, dalam wakaf melalui uang, wakaf yang diberikan ialah berupa harta benda yang dibeli maupun diwujudkan dengan dana yang dimana dana tersebut berasal dari wakaf melalui uang, dimana tentunya hal tersebut harus terus dijaga kelestariannya. Kemudian, jika kita mengacu pada pendapat Ibnu Syihab az-Zuhri mengenai hal ini ini maka cara maupun teknik mewakafkan uang tersebut ialah dengan menjadikannya sebagai sebuah modal usaha. Kemudian keuntungan yang diperoleh nantinya harus diberikan kepada mauquf ‘alaih maupun pihak lain yang menerima manfaat dari harta wakaf tersebut. Jadi kesimpulan yang perlu dipahami ialah jika wakaf uang ini termasuk ke dalam bagian dari infak.

Hal tersebut, karena infak merupakan sebuah cara untuk menggunakan maupun unyuk membelanjakan harta-benda untuk berbagai macam kebaikan, misalnya saja untuk pergi haji, untuk menafkahi keluarga, dan lain-lainnya. Yang termasuk di dalamnya ialah wakaf dengan berbagai macamnya. Dan jika membicarakan mengenai perbedaannya dengan zakat serta shadaqah hemat kami yang telah sangat jelas sehingga sudah tidak perlu lagi diterangkan. Dan bagi lembaga para lembaga wakaf itu sendiri, wakaf uang serta wakaf melalui uang merupakan sebuah peluang yang dimana keduanya harus dilakukan untuk dapat mengembangkan berbagai macam layanan sosial serta suatu bisnis yang berbasis wakaf, lalu untuk masyarakat terbuka dapat menjadikan kesempatan ini untuk menjadi wakif berapapun nominalnya sehingga akan dapat memperoleh pahala wakaf yang akan terus mengalir.